festival sindoro sumbing 2019

Pemerintah Kabupaten Temanggung dengan Kabupaten Wonosobo untuk pertama kalinya menjalin kerjasama untuk melangsungkan Festival Sindoro Sumbing (FSS) 2019. Dengan tema “Lestari“, acara tahunan yang baru dilakukan kesatu kali ini menyelenggarakan sejumlah acara pergelaran seni dan kebiasaan di setiap daerah.

Rangkaian acara FFS 2019 akan dibuka pada 9 Juni 2019 dengan melangsungkan Panggung Jaranan. Berlokasi di Alun-alun Temanggung, Sobat Pesona dapat menyaksikan 18 kumpulan kesenian Jaran Kepang yang terdapat di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Festival Sindoro Sumbing 2019 Poster

Selanjutnya, terdapat acara Ngopi di Papringan pada 16 Juni 2019 di Pasar Papringan Ngadiprono. Acarai ini diselenggarakan khusus untuk semua pecinta dan pegiat bisnis kopi dengan Sarasehan, workshop dan pameran mengenai kopi untuk menambah citra kopi dan kuliner lokal di tingkat internasional.

Pada 25 Juni 2019, kita dapat menyaksikan Sarasehan Budaya yang diselenggarakan di Dusun Lamuk, Desa Legoksari. Sarasehan ini mencari konsep pelestarian dan pengembangan Jaran Kepang sebagai identitas kebudayaan wilayah yang dominan pada sosial dan ekonomi masyarakat.

Acara ini bakal mengundang pakar ekonomi kreatif, praktisi seni, akademisi dan budayawan sebagai pembicara. Sehari setelahnya, 26-27 Juni 2109, anda akan disuruh untuk memahami pembuatan kostum jaran yang dibuntuti oleh 50 perajin kostum.

Pada 6 Juli 2019, bakal ada acara pendahuluan JiFolk di Segowok Art Center dengan pentas Jaran Kepang dan penampilan dari Congwayndut. Puncak dari JiFolk akan diselenggarakan pada 12-14 Juli 2019 di Alun-alun Temanggung. Acara ini akan dilangsungkan selama tiga hari beruntun dengan memperlihatkan kebudayaan rakyat. JiFolk akan disemarakkan oleh bintang tamu dari sekian banyak daerah dan Asean Contemporary Dance, kuliner tradisional sampai pameran folklor Temanggung.

Sendratari Sindoro Sumbing pada 19-20 Juli 2019 adalah acara inti dari Festival Sindoro Sumbing 2019. Pemkab Temanggung dan Wonosobo sepakat untuk mengawal keletarian lingkungan di area Sindoro dan Sumbing dengan mengerjakan Ritus yang terdiri dari Ruwat, Rigen dan Wiwit Tanem. Dengan judul acara, “Mapageh Sang Watu Kulumpang”, kedua distrik akan mendeklarasikan kelestarian di lingkungan lereng Sindoro Sumbing.

Di samping acara yang diselenggarakan di Temanggung, Wonosobo pun akan menggelar sejumlah acara hiburan, kebiasaan dan seni yang dibuka pada 15 Juni 2019 sampai 27 Juli 2019. Acara itu mulai dari Jawa Baloon Atrraction (15 Juni 2019, di Lapangan Pagerejo), Bedol Kedaton, Birat Sengkala dan Parade Tapa Bisu (23 Juli 2019), Pisowan Agung dan Kenduri 1.000 Tenong (24 Juli 2019), Ruwat Cukur Rambut Gembel & Pental Kolosal Topeng Lengger (27 Juli 2019, di Alun-alun Wonosobo).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY