Museum Nyonya meneer

Ungaran merupakan  ibukota Kabupaten Semarang. Dataran tinggi yang dikenal sebagai ‘puncak’nya Semarang ini menawarkan berbagai pilihan wisata menarik dan unik. Di sana ada wisata alam, budaya, sejarah, hingga kuliner.

Tujuan wisata yang sering dikunjungi di Ungaran antara lain Museum Kereta Api di Ambarawa, Rawa Pening, Candi Gedong Songo, dan Taman Djamoe Indonesia. Nah, Taman jamu ini agak unik. Anda bisa menemukan pengalaman wisata yang sedikit berbeda di sana.

Taman Djamoe Indonesia berada di lahan seluas tiga hektar. Taman yang dikelola oleh PT. Nyonya Meneer, berada di tepi jalan Raya Semarang-Bawen. Kehadirannya merupakan salah satu bentuk kepedulian PT. Nyonya. Meneer akan pelestarian aneka jenis tanaman jamu Indonesia.

Mengelilingi area taman ini Anda dapat menikmati keindahan dan kesejukan alam. Letak geografisnya yang berdekatan dengan Gunung Ungaran menciptakan perpaduan alam yang sempurna. Persiapkan kelima panca indera untuk menikmati taman ini. Telinga Anda akan dihibur oleh gemericik air danau buatan, hidung akan mencium wangi khas tanaman jamu, lidah dimanjakan oleh nikmatnya jamu racikan asli Indonesia, dan indera peraba Anda akan diuji oleh berbagi tekstur tanaman yang ada disini. Inilah relaksasi lima panca indera yang mampu memberikan sensasi bagi jiwa dan raga.

Memasuki taman Anda akan menemui bangunan depan taman yang memukau. Anda akan disambut gazebo besar yang bisanya di gunakan untuk tempat demo membuat jamu untuk tamu rombongan. Ada beberapa gazebo disana dan masing-masing memiliki nama dari produk-produk jamu Nyonya Meneer.

Berjalan sedikit ke dalam, ada mini amphitheater dan menara pandang. Dari sana kita bisa melihat seluruh kawasan taman.Misalnya kalau menengok ketengah-tengah taman, disana ada patung wajah Nyonya Meneer, sosok wanita sukses yang mengembangkan bisnis jamu di Indonesia sejak puluhan tahun lalu. Kemudian tak jauh dari situ terdapat green house yang menyimpan tanaman-tanaman dengan perawatan khusus. Secara keseluruhan di taman ini ada 600 spesies tanaman, termasuk beberapa tanaman langka.

Ketika berkunjung disana, sempatkan diri Anda mencicipi tanaman pemanis alami yakni daun Stevia Rebaudiana yang belum populer penggunaannya di Indonesia. Rasanya manis dan katanya lebih rendah kalorinya dibandingkan gula tebu.

Selain mencicipi daun pemanis itu, sempatkan juga meraba dan mencium Laos (Alpinia Galanga), Salam (Eugeniapolyantha Wight), dan Sereh (Andropogoncitratus) yang selain merupakan tanaman jamu, sering juga digunakan sebagai penyedap masakan.

Dan saran kami, sebelum meninggalkan tanaman ini, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi jamu asli yang dibuat dari bahan-bahan segar yang langsung dipetik dari taman.

1 COMMENT

  1. kami akan mengadakan kunjungan ke taman jamu pada tanggal 20 november 2013 bulan ini.sejumlah 168 siswa sd dan 9 guru.apa masih bisa diterima?mhhn sgr infonya.dan harga masuk bisa sampai berapa?mohon uga diberi keringanan.

LEAVE A REPLY