Obyek Wista Indonesia Timur Monumen Perang Dunia II

Monumen Perang Dunia II Tentara jepang yang dibangun oleh Pemerintah kabupaten Jayapura pada tahun 2009 dimaksudkan untuk mengenang sejarah orang-orang dari jepang dan para prajurit gagah berani dari tentara kekaisaran Jepang yang kehilangan nyawa mereka selama perang dunia II di atas tanah ini pada tahun 1943 dan 1944. Saat itu di tempat ini pada 30 April 1944, Mayor Jenderal Masazumi Inada beserta 7.220 pasukan tentara kekaisaran Jepang melakukan long march (perjalanan panjang) sejauh 125 mil ke arah barat menuju Sarmi-Pulau – Wakde karena serangan dan kepungan pasukan sekutu.

Dari 7.220 prajurit yang berkumpul di sini, selama perjalan mereka, hanya 500 tentara tiba di Sarmi dengan Mayor Jenderal Masazumi Inada pada 17 Mei 1944. Lebih dari 6.700 tentara tewas dan dikuburkan di antara sini dan Sarmi. Tentara jepang yang tewas pada saat itu kebanyakan adalah mantan karyawan sipil yang akhirnya tewas karena dilanda kelaparan, tragedi tersebut terjadi sekitar bulan maret sehingga disebut “tragedi maret” sebanyak 90% tentara jepang yang ada saat itu tewas karena kelaparan dan penyakit lainnya (bukannya serangan tentara sekutu).

Di kampung Kuase, Genyem (tepatnya di sekitar kamp kopasus saat ini) banyak ditemukan kerangka dan peralatan perang dan masak, salah satunya di dekat rumah Mr. Martin (sekarang adalah anggota MRP Papua). Di tempat tersebut sering sekali orang-orang jepang datang berziarah dan bersembahyang untuk mengenang keluarga mereka yang tewas.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY