wisata sejarah Masjid Agung Banten indonesia

Masjid Agung Banten merupakan salah satu masjid tua yang enggan kehilangan pesonanya. Berlokasi di Kecamatan Kasemen, sekitar 10 km dari Kota Serang, masjid ini berdiri pada 5 Djulhijjah tahun 966 Hijriyah atau sekirar 1569 oleh Sultan Maulana Yusuf. Pembangunan masjid Agung Banten  tersebut merupakan salah satu misi Sultan Maulana untuk menyebarkan Islam di Banten yang saat itu didominasi Hindu.

Pengerjaan tempat wisata sejarah indonesia Masjid Agung Banten ini yang menempati lahan seluas 0,13 hektar tersebut terdiri atas bangunan utama yang berbentuk persegi serta serambi di bagian kiri dan kanan masjid. Di serambi kiri, terdapat makam beberapa sultan Banten dan keluarganya. Di antaranya makam Maulana Hasanuddin dan isterinya, Sultan Ageng Tirtayasa dan Sultan Abu Nashr Abdul Qahhar. Sedangkan di dalam serambi kanan, terdapat makam Sultan Maulana Muhammad dan Sultan Zainul ‘Abidin.

Bagian atap masjid agung banten ini berbentuk lima persegi dengan lima tingkatan. Sedangkan pada bagian selatan masjid terdapat sebuah bangunan penunjang yang disebut Tiyamah atau paviliun. Bagian ini mengusung gaya arsitektur Eropa dan Italia klasik yang merupakan rancangan seorang arsitek Muslim asal Belanda bernama Hendrik Lucazoon Cardeel. Uniknya, tangga pada masjid ini didesain menyerupai gua, dirancang seorang arsitek asal Mongolia bernama Cek Ban Cut.

Pada sisi timur Masjid Agung Banten terdapat menara yang menjulang setinggi 30 m yang dibangun pada 1620. Menara yang bagian pangkalnya berdiameter 10 mini digunakan muadzin untuk mengumandangkan suara adzan. Pada menara tersebut dibangun sebuah tangga melingkar menuju puncaknya.

Kesultanan Banten memang menempatkan Islam sebagai landasan politik kerajaan. Namun, di saat bersamaan, masjid ini juga mencerminkan percampuran budaya Eropa, Cina, sekaligus tradisional Indonesia yang begitu apik.

Wonderful Indonesia…

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY