obyek Wisata Indonesia Timur Air Terjun Wafsarak dan Goa Kalibiru di Biak Papua Barat

Sebagai salah satu nadi di daratan Biak, Suku Padwa mengisi Desa Urfu dengan menetap di rumah panggung, tepatnya di perairan sekitar Tebing Kakurandir dan Mukofdi. Jauh sebelum modernisasi maruk, orang-orang Padwa menjalani ritual pemakaman yang tak lazim. Jika kebanyakan orang mengubur jenazah dalam tanah, Suku Padwa meletakkan rangka tubuh kerabatnya dalam kotak, dekat laut, dibiarkan mengering dan terkelupas kulitnya. Proses ini berakhir dengan menyisakan tulang dan tengkorak, yang setelahnya akan diangkut ke atas tebing Kakurandir atau Mukofdi untuk dimakamkan. Tradisi ini berjalan cukup lama di kalangan penduduk. Masuknya pemerintah Indonesia di tanah Biak, juga pengaruh zaman, membuat ritual ini ditinggalkan. Dampak lain, populasi Suku Padwa menyingkir dari rumah apung, dan membangun lahan tinggal beralaskan tanah dan batu.

Sisa-sisa tradisi Suku Padwa ini bisa Anda saksikan sendiri di Kampung Padwa. Kampung yang terletak di Desa Urfu ini tidak dilengkapi penunjuk arah. Ketika tiba, siapkan raga karena track karang tajam yang terjal menjadi sekat yang membatasi Anda dengan Kampung Padwa. Luar biasa curamnya karang-karang ini. Perhatikan langkah Anda ya! ūüėÄ ¬†Walau jalur yang dilewati terlampau sukar, tapi sebanding kok dengan view yang tersaji.

Pemandangan yang terlihat ada tebing-tebing tinggi, sisa rumah apung, nelayan setempat yang mencari ikan, dan kumpulan bocah yang bermain air. Untuk mencapai tebing penyimpan kerangka, Anda bisa melewati pinggiran pantai, walau agak jauh dan penuh karang. Opsi lain, pinjam perahu nelayan setempat sekalian minta diantarkan. Tiba ditebing, Anda bisa menuju tingkat atas untuk menelusuri rongga tersebunyi. Hati-hati dengan tangganya, karena kayunya sudah lapuk dan berisiko jika dinaiki sambil membawa beban berat. Pada bagian atas bisa ditemukan tumpukan tulang dan tengkorak peninggalan beberapa dekade lalu. Tak usah merasa seram. Di tempat indah seperti ini. rasa-rasanya rangka tulang ini tak membuat bulu kuduk merinding. Di sini pengunjung bebas mengambil potret tulang-tulang beserta tebingnya.

Air asin memang melimpah di tanah Biak. Tapi jika ingin menyentuh air tawar, ada dua lokasi terbaik. Pertama, Obyek Wisata Indonesia Timur Air Terjun Wafsarak, kedua ada Goa Kalibiru. Keduanya menjadi tempat mandi dan main air, namun memiliki struktur alam berbeda. Mari melipir ke Air Terjun Wafsarak terlebih dahulu. Melaju dengan kendaraan pribadi dari Kota Biak, berjalanlah ke arah utara, tepatnya kedesa Warsa. Perjalanan 60 menit bisa mendaratkan Anda tiba di depan jalan masuk Air Terjun Wafsarak. Dari jalan masuk, cukup berjalan kaki sejauh 100m saja.

Objek Wisata Indonesia Air Terjun Wafsarak menarik ini disukai penduduk sekitar sebagai altenatif hiburan selain berkunjung ke pantai. Air terjun ini terdiri dari satu tingkat, yang tingginya kurang lebih 7-8 m. Banyak pohon merambat yang menjalar sekitaran air terjun, yang biasanya digunakan anak-anak muda sebagai pijakan untuk memanjat ke bagian atas. Bagi yang berani, bisa melompat dari titik teratas langsung menembus air terjun berwarna hijau pucat.

Berpaling pada obyek wisata indonesia Goa Kalibiru yang menyepi dekat Pantai Pari. Walau kondisi gua Kalibiru ini tidak terlalu luas. namun penduduk sekitar, khususnya anak-anak sering memanfaatkannya sebagai tempat mandi. Batu-batu sekitar gua sering dijadikan pijakan untuk melompat terjun menuju air biru yang menyegarkan. Uniknya, entah karena dasar gua atau pengaruh alam membuat warna air terlihat biru jernih. Makanya gua ini sering disapa Goa Kalibiru.

[box_tip]

  • Objek wisata lain yang bisa dikunjungi Pantai Saba, Pantai Ampubukor, Pantai Wasori, Tebing Adoki, Kampung Orisu, Pantai Anggaduber, Desa Opiare, Pantai Kekring, Kepulauan Padaido, dan Pantai Tanjung Barito.
  • Seluruh pantai di Biak dipenuhi batu karang yang tajam. Bahkan untuk beberapa wiIayah Anda mesti mendaki gunung karang. Pastikan Anda menggunakan alas kaki yang nyaman dan aman.
  • Wilayah luar kota Biak nihil sinyal telepon genggam. Jadi, nikmati saja liburan Anda, tanpa perlu meng-update status di akun social network.
  • Di jalanan Biak akan ditemukan bercak merah sepeni darah. Sebenarnya itu bekas pinang yang biasa dikunyah warga lokal. Mereka kerap membuang secara sembarangan di tepi jalan.

[/box_tip]

2 COMMENTS

  1. It is in point of fact a nice and useful piece of information. I am satisfied that you just shared this useful information with us. Please keep us informed like this. Thank you for sharing.

LEAVE A REPLY